• SMK NEGERI 1 MERANGIN
  • Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Tuntas

Tanpa Fokus Ke Nilai dan Ujian, 6 Sistem Pendidikan Ini Terbukti Mencerdaskan!

Hidup sebagai siswa di Indonesia rasanya tidak pernah mudah. Nilai, jadi patokan untuk menentukan kesuksesan. Sepertinya cuma nilai bagus yang membuatmu bisa dibanggakan.

Pintar main bola nggak membuatmu bisa dapat ranking. Juara kompetisi yoyo tidak menjadikanmu anak kebanggaan. Padahal di luar sana ada berbagai sistem pendidikan lain yang menilaimu bukan cuma dari saja.

Hanya sebagai bahan renungan dan evaluasi saja, gak ada salahnya ‘kan kita sekilas melirik bagaimana sistem pendidikan negara lain. Siapa tahu bisa diaplikasikan di Indonesia:)

 

1. Kalau di Indonesia batita udah masuk pre school, di Finlandia anak dibebaskan dari sekolah sampai umur 7 tahun

Masa kecil itu untuk bermain

Masa kecil itu untuk bermain via freeenglishlessonplans.files.wordpress.com

Di Indonesia, kebanyakan orangtua pasti akan mulai bingung saat anaknya memasuki usia 3-4 tahun. Pada usia anak yang baru segitu, mereka bahkan sudah pusing untuk memasukkan anaknya ke pre-school yang mana. Yah, namanya juga demi pendidikan anak mereka. Tentu lah mereka ingin memasukkan anaknya ke sekolah terbaik.

Sayangnya, dalam usia semuda itu, mental dan pikiran anak-anak cenderung masih ingin bermain. Jadi meski sudah mulai disekolahkan pada usia dini, kemampuan anak yang sebenarnya masih belum akan terlihat. Yang ada malah kemampuan berpikir anak jadi kurang efektif nantinya.

Atas dasar itu, Finlandia baru mengenalkan sekolah pada warganya saat mereka mulai masuk usia 7 tahun. Dalam sistem pendidikan Finlandia, anak kecil dibiarkan untuk bermain sehingga masa kecil mereka bisa lebih bahagia. Disamping itu, usia 7 tahun dinilai sebagai usia yang tepat untuk mulai belajar. Pola pikir anak sudah mulai bisa dibentuk untuk belajar saat anak memasuki usia tersebut.

 

2. Berhitung dan membaca sama sekali nggak diajarkan di TK Jepang. Anak-anak malah diajari berkebun dan sikat gigi yang benar

TK itu bermain

TK itu bermain via www.kaskus.co.id

Kamu tentu pernah nonton Crayon Shinchan, ‘kan? Pernah kah liat Shincan disuruh menghitung atau membaca? Tentu tidak. Lantas apa yang dilakukan oleh Shinchan setiap ke sekolah? Hanya bermain dan melakukan aktivitas sehari-hari, seperti sikat gigi dan berkebun.

Bagi sistem pendidikan Jepang, masa kanak-kanak adalah saat untuk bermain, bukan belajar memahami angka dan kata. Itulah sebabnya aktivitas TK di Jepang hanyalah bermain, bernyanyi, dan mengenalkan lingkungan. Saat anak memasuki usia SD, baru anak-anak dikenalkan dengan membaca dan menghitung.

Berbeda dengan di Indonesia yang punya pola pikir sedini mungkin anak belajar membaca dan menghitung, nantinya anak akan lebih cerdas dari teman sebayanya. Mungkin dalam jarak singkat, hal itu bisa terjadi. Tapi untuk jangka waktu yang lama, anak yang sejak TK belajar menghitung dan anak yang baru belajar hitung-hitungan di SD tidak punya perbedaan yang besar kok.

3. Kelas di Singapura dibuka dengan sesi bertanya. Guru malah nggak berceramah dan minta murid mencatat
Siswa sangat gemar bertanya

Siswa sangat gemar bertanya via advent-music.com

Coba deh ingat-ingat dulu saat kamu jadi murid SD, berapa banyak temanmu yang berani bertanya kepada guru tentang pelajaran di kelas? Paling di dalam kelas, hanya ada satu atau dua orang yang mau dan berani bertanya kepada guru. Ada beberapa penyebab sih. Mungkin karena memang murid tidak pernah diajarkan untuk berani mengemukakan pendapat sehingga murid malas untuk bertanya.

Alasan lain adalah karena adanya pendapat bahwa banyak bertanya menunjukkan bahwa kamu tidak mengerti. Jika ditambah dengan adanya guru yang malah mengejek siswa yang bertanya, maka tak ada satu pun siswa yang berani bertanya karena takut dianggap bodoh oleh teman-temannya.

Padahal, di Singapura yang notabene negara kecil, para siswanya sangat dianjurkan untuk bertanya. Para siswa didukung untuk menanyakan banyak hal dan memikirkan jawabannya bersama-sama. Dari situ akan terbentuk mental yang siap menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.

4. Perpustakaan di Singapura buka 24 jam menjelang masa ujian. Mau belajar sampai nginap juga boleh
Itu cuman di lantai 8 doang loh

Itu cuman di lantai 8 doang loh via www.nlb.gov.sg

Kalau berbicara tentang sistem pendidikan Singapura, tidak ada yang menyangkal bahwa status pendidikan di sana sangat dijunjung tinggi. Bahkan para orangtua akan merasa sangat kecewa saat anaknya mendapat nilai dibawah temannya. Setiap anak di Singapura cenderung selalu ditekan untuk menjadi yang terbaik di kelas.

Namun, meski siswanya ditekan untuk terus belajar menjadi yang terbaik, siswa lulusan Singapura memang cenderung akan sukses di masa depan. Kenapa? Karena meski ditekan, pemerintah Singapura juga mengimbangi tekanan tersebut dengan memberikan sarana belajar yang memadai.

Adanya akses ke jurnal dan buku-buku di perpustakan terbukti sangat memantu siswa untuk lebih mendalami ilmunya. Juga dengan banyaknya seminar “gratis” yang diadakan bagi siswa di sana. Ditambah lagi dengan akses ke perpustakaan yang dibuka 24 jam bagi siswa. Dengan segala kemudahan tersebut, wajar lah kalau lulusan Singapura sukses-sukses.

5. Amerika Serikat membebaskan negara bagian menyelenggarakan Ujian Nasional. Pendidikan tetap terukur tapi nggak disamaratakan

Setiap daerah ujiannya berbeda-beda

Setiap daerah ujiannya berbeda-beda via 2wi3f81lkv5t45q3b8117hel.wpengine.netdna-cdn.com

Jika di Indonesia masih saja ribut soal Ujian Nasional sebagai standar kualitas pendidikan, lain halnya dengan Amerika. Di negara tersebut tidak mengenal adanya ujian nasional. Setiap siswa bebas mengekspresikan dirinya sesuai dengan watak dan kemampuan pribadinya.

Pun demikian dengan kurikulum pendidikannya. Masing-masing daerah punya standar kurikulum berbeda. Karena memang setiap daerah punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, daerah dianggap yang paling tahu akan standar pendidikan warganya.

“Lantas bagaimana dengan standar masuk perguruan tingginya?”

Untuk urusan masuk ke perguruan tinggi, sudah ada ujian masuk yang bisa diadakan oleh masing-masing kampus. Meski kamu adalah siswa lulusan SMA dari daerah kecil, kamu tetap punya kesempatan masuk Harvard yang sama dengan mereka-mereka yang lulusan sekolah dari kota besar.

 

6. Nanyang University, Singapura mengganti ospek dengan program Kindness Campaign. Ospek tanpa membentak. Malah berbagi kebaikan

Saya juga bingung, mas...

Saya juga bingung, mas… via www.solopos.com

“Lari, dek!”
“Kamu tuli?! Dari tadi diteriakin ‘lari’ tetep aja lelet!”

Sebagai mahasiswa Indonesia, kamu pasti pernah merasakan bagaimana rasanya dibentak-bentak saat Ospek. Meski sekarang perpeloncoan di Ospek sudah dibatasi dan bahkan dihilangkan, tapi program ospek yang ada sekarang kurang bisa mendidik bagi calon mahasiswa.

Untuk itu kita sejatinya bisa mencontoh program Kindness Campaign dari Nanyang University. Program ospek yang satu ini sangat dielu-elukan oleh dunia. Yah, bagaimana tidak. Disana, setiap mahasiswa baru harus membagikan kebahagiaan kepada 30 orang selama satu bulan penuh. Caranya beragam. Ada yang dengan memberi tos kepada penumpang yang baru turun dari MRT, bersih-bersih stasiun hingga membersihkan toilet.

Daripada ospek yang membentak maba, bukankah ospek dengan cara seperti ini jauh lebih bisa meningkatkan moral calon pemimpin bangsa?

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Ka.Mabigus Kak Hindra Mashuri,S.Pd.,M.Kom buka Kegiatan PTA

Bangko.  Gudep 069-070 Ragkayo Hitam Putri Pinang Masak Pangkalan SMK Negeri 1 Merangin mengadakan kegiatan Penerimaam Tamu Ambalan yang dilaksanakan pada hari Sabtu sampai hari Mi

17/10/2022 11:09 - Oleh Administrator - Dilihat 144 kali
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Maulid Nabi Muhammad SAW adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Perayaan Maulid Nabi dinilai sebagai momen unt

13/10/2022 11:57 - Oleh Administrator - Dilihat 175 kali
SMKN 1 Merangin Gelar Gebyar Cipta Kreasi Tahun 2021

MERANGIN – Sekolah Menengah Kejuruan (SMKN) 1 Merangin menggelar ‘Gebyar SMK 2021’ di Halaman (lapangan basket) SMKN 1 Merangin, pada hari Sabtu (18/12/21). Sejum

18/12/2021 17:20 - Oleh Administrator - Dilihat 613 kali
Pelaksanaan Sertifikasi Internasional Kemampuan Bahasa Inggris TOEIC 2021 di SMK Negeri 1 Merangin

Dukungan Direktorat SMK Guna Mendorong Mutu dan Daya Saing Siswa SMK Pada Masa Pandemi Covid-19   Direktorat SMK, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan

16/07/2021 19:20 - Oleh Administrator - Dilihat 660 kali
SMKN 1 Merangin Boyong 2 Predikat Anugrah Education Award 2020

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Merangin yang di pimpin oleh Hindra Mashuri,S.Pd Kelahiran Desa Kederasan Panjang Kecamatan Batang Masumai pada tahun 2020 ini mendapat Anugrah

01/12/2020 14:38 - Oleh Administrator - Dilihat 1059 kali
Surat Keputusan Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru.

   

06/07/2020 10:51 - Oleh Administrator - Dilihat 2744 kali
Pengumuman Kelulusan Peserta Didik Kelas XII SMKN 1 Merangin Tahun 2020

Kami Ucapkan Selamat Kepada Ananda Siswa/i Kelas XII SMK Negeri 1 Merangin Tahun 2019/2020 Semoga Ilmunya bermanfaat. AAmiin Berikut Mohon Patuhi Himbauan untuk ananda agar tidak melaku

02/05/2020 22:02 - Oleh Administrator - Dilihat 2570 kali
Pidato Lengkap Hardiknas 2020 Mendikbud Nadiem Makarim

Kementeraian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelar upacara bendera terpusat dan terbatas secara daring dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2020. Perin

02/05/2020 15:42 - Oleh Administrator - Dilihat 1312 kali
Pandemi Corona, Kemendikbud Siapkan Skenario Belajar hingga Akhir Tahun

Jakarta - Pandemi virus Corona (COVID-19) masih melanda Indonesia hingga saat ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengatakan sudah memiliki

30/04/2020 14:01 - Oleh Administrator - Dilihat 1105 kali
SMK Negeri 1 Merangin Serah Terima Jabatan Kepala Sekolah

Rotasi kepemimpinan sebuah institusi sekolah, merupakan hal yang lumrah. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk terus peningkatan kualitas proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Sem

11/01/2020 14:32 - Oleh Administrator - Dilihat 1405 kali